Selasa, 09 Juni 2009

sekilas tentang PSBL Phala Martha Sukabumi


Profil Panti

Panti Sosial Bina Laras (PSBL) "Phala Martha" Sukabumi berdiri sejak 13 Januari 1945 berawal sebagai tempat penampungan korban Perang Dunia II, selanjutnya berubah menjadi panti yang menampung berbagai macam penyandang masalah kesejahteraan sosial.

13 Januari 1945 : Sebagai tempat penampungan korban perang dunia II (gelandangan, tuna wisma, tuna susila dan cacat) di kota Sukabumi.

Tahun 1950 : Dibawah jabatan sosial Kabupaten Sukabumi, bernama “Rumah Perawatan Sosial”.

01 April 1953 : Perubahan pelaksanaan tugas, yaitu melayani khusus dewasa termasuk penambahan penghuni wanita tuna susila.

10 Agustus 1953 : Rumah perawatan sosial dipindahkan lokasinya ke Kebon Randu Cibadak

30 September 1954 : Khusus melayani tuna wisma, tuna karya dan lemah ingatan, dengan nama Rumah Perawatan Sosial Phala Martha.

01 Mei 1958 : Berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 5 tahun 1958, khusus melayani penderita cacat (lemah ingatan), di bawah Kantor Perwakilan Departemen Sosial Propinsi Jawa Barat.

08 Januari 1970 : Berdasarkan SK. Mensos No. Huk-3-1-5/3 dan HUK-3-1-20/36, berada di bawah direktorat Rehabilitasi penderita cacat. Ditjen Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Depsos, dengan nama Panti Penyantunan Phala Martha.

05 November 1971 : Kerjasama dengan Departemen Kesehatan RI. (Direktorat kesehatan Jiwa) dalam usaha rehabilitasi bekas penderita penyakit jiwa yang berasal dari Rumah Sakit Jiwa Bogor.

01 November 1979 : Berdasarkan SK Mensos RI No. 41/HUK/Kep/79, Panti Penyantunan “Phala Martha” berubah namanya menjadi Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Mental “Phala Martha”, berada di bawah Kantor Wilayah Departemen Sosial provinsi Jawa Barat.

02 Pebruari 1981 : Berdasarkan Surat Direktur Rehabilitasi Penderita Cacat No. 13/RPC/III/II/81, panti ini khusus melayani eks psikotik.

23 April 1994 : Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial RI No. 14/HUK/1994, Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Mental “Phala Martha” berubah namanya menjadi Panti Sosial Bina Laras “Phala Martha”.

Setelah Departemen Sosial kembali eksis pada tahun 2001, maka Panti Sosial Bina Laras "Phala Martha" Sukabumi, melalui Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 59/HUK/2003 ditetaapkan sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Departemen Sosial RI yang memiliki tugas pokok sebagai lembaga yang memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan, resosialisasi serta bimbingan lanjut kepada penyandang cacat mental eks psikotik agar mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta pengkajian dan penyiapan standar pelayanan serta pemberian informasi dan rujukan.

Kepala Panti Sosial berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial

Penyandang cacat mental eks psikotik/laras ialah seseorang yang didiagnosis oleh psikiater, mengalami suatu keadaan kelainan jiwa yang disebabkan oleh faktor organik biologis maupun fungsional yang mengakibatkan perubahan dalam alam pikiran, alam perasaan dan alam perbuatan


Jangkauan wilayah pelayanan PSBL "Phala Martha" Sukabumi yaitu; regional Jawa, Bali dan NTB.

Fungsi Panti

Panti Sosial dalam melaksanakan tugasnya berfungsi, sebagai :
  1. Penyusunan rencana, program, evaluasi dan laporan;
  2. Pelaksanaan registrasi, observasi, identifikasi, diagnosa sosial dan perawatan;
  3. Pelaksanaan pelayanan dan rehabilitasi yang meliputi bimbingan; mental, sosial, fisik dan keterampilan;
  4. Pelaksanaan resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut;
  5. Pelaksanaan pemberian informasi dan advokasi;
  6.  Pelaksanaan pengkajian dan penyiapan standar pelayanan rehabilitasi sosial;
  7.  Pelaksanaan urusan tata usaha.
Susunan Organisasi Panti Sosial

  1. Kepala Panti
  2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
  3. Kepala Seksi Program dan Advokasi Sosial
  4. Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial
  5. Kelompok Jabatan Fungsional (Pekerja Sosial, Dokter, Perawat, Instruktur)

* Kepala Panti Sosial
sebagai penanggungjawab pelaksanaan tugas pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial agar mampu berperan aktif, berkehidupan dalam masyarakat, rujukan regional, pengkajian dan penyiapan standar pelayanan, pemberian informasi serta koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
* Kepala Sub Bagian Tata Usaha
sebagai penanggungjawab pelaksanaan tugas urusan surat menyurat, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga serta kehumasan.
* Kepala Seksi Program dan Advokasi Sosial
sebagai penanggungjawab pelaksanaan tugas penyusunan rencana dan program, pemberian informasi dan advokasi, pengkajian dan penyiapan standar pelayanan serta melakukan pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelayanan dan rehabilitasi sosial.
* Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial
sebagai penanggungjawab pelaksanaan tugas registrasi, observasi, identifikasi, pemeliharaan jasmani, penetapan diagnosa, perawatan, bimbingan mental, sosial, fisik, keterampilan, resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut.
* Kelompok Jabatan Fungsional,
Pekerja Sosial adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh untuk melaksanakan kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial pada instansi pemerintah maupun badan/organisasi sosial lainnya yang.  
Pekerja Sosial mempunyai tugas pokok,yaitu; menyiapkan, melakukan dan menyelesaikan kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial dan pengembangan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial.

Visi

Terwujudnya Panti Sosial yang berkualitas profesional, mandiri dan terbuka

MISI

  1.  Menyelenggarakan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang tepat dan profesional
  2.  Menyelenggarakan tertib administrasi, operasional dan profesional
  3.  Menyelenggarakan evaluasi terhadap proses dan hasil pelayanan dan rehabilitasi sosial
  4.  Mengembangkan berbagai alternatif metoda dan proses pelayanan serta rehabilitasi sosial
  5.  Meningkatkan dan memperkuat peran aktif keluarga dan masyarakat serta lembaga terkait


MOTTO
Kami melayani,
keluarga menyayangi,
dan masyarakat menerima





3 komentar:

  1. Profil Panti

    Panti Sosial Bina Laras (PSBL) "Phala Martha" Sukabumi berdiri sejak 13 Januari 1945 berawal sebagai tempat penampungan korban Perang Dunia II, selanjutnya berubah menjadi panti yang menampung berbagai macam penyandang masalah kesejahteraan sosial.

    13 Januari 1945

    :

    Sebagai tempat penampungan korban perang dunia II (gelandangan, tuna wisma, tuna susila dan cacat) di kota Sukabumi.

    Tahun 1950 :Dibawah jabatan sosial Kabupaten Sukabumi, bernama “Rumah Perawatan Sosial”.

    01 April 1953 :Perubahan pelaksanaan tugas, yaitu melayani khusus dewasa termasuk penambahan penghuni wanita tuna susila.

    10 Agustus 1953 :Rumah perawatan sosial dipindahkan lokasinya ke Kebon Randu Cibadak

    30 September 1954 :Khusus melayani tuna wisma, tuna karya dan lemah ingatan, dengan nama Rumah Perawatan Sosial Phala Martha.

    01 Mei 1958 :Berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 5 tahun 1958, khusus melayani penderita cacat (lemah ingatan), di bawah Kantor Perwakilan Departemen Sosial Propinsi Jawa Barat.

    08 Januari 1970 :Berdasarkan SK. Mensos No. Huk-3-1-5/3 dan HUK-3-1-20/36, berada di bawah direktorat Rehabilitasi penderita cacat. Ditjen Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Depsos, dengan nama Panti Penyantunan Phala Martha.

    05 November 1971 :Kerjasama dengan Departemen Kesehatan RI. (Direktorat kesehatan Jiwa) dalam usaha rehabilitasi bekas penderita penyakit jiwa yang berasal dari Rumah Sakit Jiwa Bogor.

    01 November 1979 :Berdasarkan SK Mensos RI No. 41/HUK/Kep/79, Panti Penyantunan “Phala Martha” berubah namanya menjadi Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Mental “Phala Martha”, berada di bawah Kantor Wilayah Departemen Sosial provinsi Jawa Barat.

    02 Pebruari 1981 :Berdasarkan Surat Direktur Rehabilitasi Penderita Cacat No. 13/RPC/III/II/81, panti ini khusus melayani eks psikotik.

    23 April 1994 :Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial RI No. 14/HUK/1994, Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Mental “Phala Martha” berubah namanya menjadi Panti Sosial Bina Laras “Phala Martha”.

    Setelah Departemen Sosial kembali eksis pada tahun 2001, maka Panti Sosial Bina Laras "Phala Martha" Sukabumi, melalui Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 59/HUK/2003 ditetaapkan sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Departemen Sosial RI yang memiliki tugas pokok sebagai lembaga yang memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan, resosialisasi serta bimbingan lanjut kepada penyandang cacat mental eks psikotik agar mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta pengkajian dan penyiapan standar pelayanan serta pemberian informasi dan rujukan.

    Kepala Panti Sosial berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial

    Penyandang cacat mental eks psikotik/laras ialah seseorang yang didiagnosis oleh psikiater, mengalami suatu keadaan kelainan jiwa yang disebabkan oleh faktor organik biologis maupun fungsional yang mengakibatkan perubahan dalam alam pikiran, alam perasaan dan alam perbuatan

    Jangkauan wilayah pelayanan PSBL "Phala Martha" Sukabumi yaitu; regional Jawa, Bali dan NTB.

    BalasHapus
  2. Fungsi Panti

    Panti Sosial dalam melaksanakan tugasnya berfungsi, sebagai :
    a. Penyusunan rencana, program, evaluasi dan laporan;
    b. Pelaksanaan registrasi, observasi, identifikasi, diagnosa sosial dan perawatan;
    c. Pelaksanaan pelayanan dan rehabilitasi yang meliputi bimbingan; mental, sosial, fisik dan keterampilan;
    d. Pelaksanaan resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut;
    e. Pelaksanaan pemberian informasi dan advokasi;
    f. Pelaksanaan pengkajian dan penyiapan standar pelayanan rehabilitasi sosial;
    g. Pelaksanaan urusan tata usaha.

    Susunan Organisasi Panti Sosial
    a. Kepala Panti
    b. Kepala Subbagian Tata Usaha
    c. Kepala Seksi Program dan Advokasi Sosial
    d. Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial
    e. Kelompok Jabatan Fungsional

    * Kepala Panti Sosial sebagai penanggungjawab pelaksanaan tugas pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial agar mampu berperan aktif, berkehidupan dalam masyarakat, rujukan regional, pengkajian dan penyiapan standar pelayanan, pemberian informasi serta koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    * Kepala Subbagian Tata Usaha sebagai penanggungjawab pelaksanaan tugas urusan surat menyurat, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga serta kehumasan.
    * Kepala Seksi Program dan Advokasi Sosial sebagai penanggungjawab pelaksanaan tugas penyusunan rencana dan program, pemberian informasi dan advokasi, pengkajian dan penyiapan standar pelayanan serta melakukan pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelayanan dan rehabilitasi sosial.
    * Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial sebagai penanggungjawab pelaksanaan tugas registrasi, observasi, identifikasi, pemeliharaan jasmani, penetapan diagnosa, perawatan, bimbingan mental, sosial, fisik, keterampilan, resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut.
    * Kelompok Jabatan Fungsional, Pekerja Sosial adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh untuk melaksanakan kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial pada instansi pemerintah maupun badan/organisasi sosial lainnya yang. Pekerja Sosial mempunyai tugas pokok,yaitu; menyiapkan, melakukan dan menyelesaikan kegiatan pelayanan kesejahteraan sosial dan pengembangan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial.

    BalasHapus
  3. Visi
    Terwujudnya Panti Sosial yang berkualitas profesional, mandiri dan terbuka

    MISI
    1 Menyelenggarakan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang tepat dan profesional
    2 Menyelenggarakan tertib administrasi, operasional dan profesional
    3 Menyelenggarakan evaluasi terhadap proses dan hasil pelayanan dan rehabilitasi sosial
    4 Mengembangkan berbagai alternatif metoda dan proses pelayanan serta rehabilitasi sosial
    5 Meningkatkan dan memperkuat peran aktif keluarga dan masyarakat serta lembaga terkait
    Fungsi Panti
    Panti Sosial dalam melaksanakan tugasnya berfungsi, sebagai :
    a. Penyusunan rencana, program, evaluasi dan laporan;
    b. Pelaksanaan registrasi, observasi, identifikasi, diagnosa sosial dan perawatan;
    c. Pelaksanaan pelayanan dan rehabilitasi yang meliputi bimbingan; mental, sosial, fisik dan keterampilan;
    d. Pelaksanaan resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut;
    e. Pelaksanaan pemberian informasi dan advokasi;
    f. Pelaksanaan pengkajian dan penyiapan standar pelayanan rehabilitasi sosial;
    g. Pelaksanaan urusan tata usaha.

    MOTTO
    Kami melayani,
    keluarga menyayangi,
    dan masyarakat menerima

    Syarat Calon Penerima Pelayanan
    1. Pria dan Wanita cacat mental eks psikotik yang berusia 17 - 45 tahun
    2. Surat keterangan pernah dirawat dan dalam keadaan tenang dan psikiater / rumah sakit jiwa tidak berpenyakit menular dan tidak menderita cacat ganda ( mental dan fisik )
    3. Surat Pengantar dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten / Kota
    4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP Orang tua / Wali Penanggungjawab
    5. Pasphoto berwarna ukuran 4 x 6 Cm sebanyak 4 Lembar
    6. Orang tua /Wali penanggungjawab bersedia bekerjasama dan menandatangani surat perjanjian pelayanan dan rehabilitasi sosial

    BalasHapus